Dua Dekade Meninjau Kembali · Menumbuhkan Kebajikan Retret Zen Fuqiang Power Camp 2025 Berakhir di Kuil Xuefeng Chongsheng
Kata pengantar
Pada tanggal 16-17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Fuqiang Precision, 38 eksekutif senior dari badan usaha Fuqiang berkumpul di Kuil Zen Xuefeng Chongshan. Melalui retret Zen yang unik, mereka memulai perjalanan dialog batin yang mendalam. Di antara lonceng pagi dan genderang sore, mereka merefleksikan diri mereka yang sebenarnya, membersihkan pikiran mereka dari gangguan, dan dengan penuh hormat meninjau kembali upaya penuh dedikasi selama dua dekade. Dengan cahaya kebijaksanaan, mereka menerangi jalan ke depan untuk babak baru.
1. Perjalanan Zen Dimulai: Reuni dengan Diri Sendiri
Memasuki kuil kuno yang telah berdiri selama ribuan tahun, tim Fuqiang melepaskan glamor kehidupan korporat dan menaiki tangga mengikuti suara lonceng kuil. Saat gerbang gunung terbuka dengan lembut, mereka membungkuk hormat kepada langit dan bumi; dalam perenungan yang tenang di halaman Buddha, pepohonan kuno yang berlumut mencerminkan aspirasi aslinya. Dipandu oleh staf Guru Chuanhe, mereka memulai meditasi jalan kaki selama empat jam melalui jalur pegunungan menuju Teras Luohan. Setiap langkah mengukur keimanan mereka, dan setiap tetes keringat memperdalam kesadaran mereka. Seperti yang dikatakan salah satu peserta, 'Saat melihat ke bawah, kami melihat jalan berbatu yang terjal; saat melihat ke atas, kami melihat langit yang luas—sebuah metafora untuk masa depan Fuqiang yang tak terbatas, menjulang langsung ke langit!'
2.Mendengarkan dan Melantunkan Kitab Suci: Menerangi Masa Depan dengan Kebijaksanaan
Di bawah cahaya lembut lampu minyak dan kitab suci kuno, interpretasi mendalam Guru Chuanhe terhadap Sutra Intan membantu tim Fuqiang melepaskan diri dari keterikatan duniawi. Saat nyanyian yang menggugah jiwa bergema selama sesi doa pagi, berkah pun dipanjatkan bagi perusahaan dan seluruh makhluk hidup. Para peserta dengan tekun melakukan meditasi duduk, dilanjutkan dengan ritual seremonial cuci tangan sebelum menuliskan Sutra Hati . Master Chuanhe kemudian mempelajari konsep 'Memahami Kebebasan' (观自在), yang menguraikan Sepuluh Perbuatan Baik dalam agama Buddha. Beliau menguraikan esensi dari latihan spiritual, hati welas asih seorang Bodhisattva, nilai dari tindakan tanpa pamrih, dan kebijaksanaan mengetahui kapan harus bertahan dan kapan harus melepaskan, menekankan pentingnya makna mendalam dari melantunkan Sutra Hati..
Seiring dengan kata-kata abadi dalam Sutra Hati yang melampaui satu milenium, perjalanan baru Fuqiang telah terbentang di bawah kaki mereka. Pada saat ini, esensi Zen diam-diam selaras dengan filosofi manajemen perusahaan.
3.Makanan Monastik: Setiap Langkah merupakan Ayat dalam Latihan Spiritual
Ketukan lembut ikan kayu dan aroma makanan vegetarian menandai dimulainya ritual makan. Sejajar dalam prosesi yang tenang, para peserta menggendong mangkuk mereka dengan kedua tangan, mata terfokus ke depan. Tidak ada kata-kata yang terucap; hanya dentingan lembut mangkuk dan sumpit yang bergema, diiringi rasa hormat yang mendalam terhadap setiap butir nasi. Mulai dari menyajikan hidangan hingga nyanyian penutup, setiap langkah merupakan bukti pengembangan spiritual—memahami kesulitan di balik rezeki materi dan menghargai berkah yang ada saat ini.
4.Mensucikan Hati dan Kembali pada Kebenaran: Dari Pertobatan Menuju Kemajuan Tanpa Beban
Di tengah sapuan halaman, sapu menari dengan daun bodhi; dalam ritual pertobatan di hadapan Delapan Puluh Delapan Buddha, setiap busur melarutkan lapisan kebanggaan. 'Pertobatan bukanlah sebuah akhir, namun sebuah awal dari langkah maju tanpa beban' —hal ini mewujudkan esensi praktik Zen dan sikap Fuqiang dalam menghadapi masa depan.
5. Melewati Obor: Memulai Hal Baru dengan Kebijaksanaan Prajna
Komandan Batalyon Lin Jingfang membunyikan lonceng sebagai tanda, dan majelis secara kolektif memilih Chen Hao sebagai pemimpin kedelapan. Dengan mengusung tema “The Long March”, ia memaparkan visi dua dekade mendatang. Saat mereka menuruni gunung, 38 eksekutif Fuqiang mengenakan manik-manik Buddha yang membawa berkah di pergelangan tangan mereka, buku kitab suci mereka yang memuat jejak tinta pencerahan mendadak, dan—yang paling penting—hati yang dikalibrasi ulang oleh lonceng pagi dan genderang sore. Meskipun retretnya singkat, perjalanan kultivasi tidak ada habisnya; kejayaan dua dekade hanyalah sebuah prolog. Seperti yang diungkapkan dalam kata penutup: 'Masa depan Fuqiang adalah Perjalanan Panjang yang penuh dengan tindakan tanpa pamrih dan praktik kebijaksanaan Prajna.'
Retret Zen ini bukan sekadar catatan kaki budaya untuk peringatan 20 tahun Fuqiang, namun merupakan bukti nyata kekompakan tim. Dari 'pengejaran tanpa henti di tempat kerja' hingga 'tikar sederhana di aula meditasi,' dari 'debu dunia biasa' hingga 'langit luas di atas,' tim Fuqiang, atas nama menumbuhkan kedamaian batin dan kebajikan, mencapai empati kolektif terhadap masa lalu, kebangkitan terhadap masa kini, dan kejelasan yang teguh untuk masa depan.
Kami mengkhususkan diri dalam memproduksi produk karet dan busa termasuk ekstrusi, cetakan injeksi, cetakan pengawetan, pemotongan busa, pelubangan, laminasi dll.
Kami menggunakan cookie untuk mengaktifkan semua fungsi untuk kinerja terbaik selama kunjungan Anda dan untuk meningkatkan layanan kami dengan memberi kami beberapa wawasan tentang bagaimana situs web digunakan. Terus menggunakan situs web kami tanpa mengubah pengaturan browser Anda mengonfirmasi penerimaan Anda terhadap cookie ini. Untuk detailnya silakan lihat kebijakan privasi kami.